Cara Instalasi Panel Otomatis Genset

panel otomatis genset

Tidak sedikit orang yang bingung mengenai pemasangan panel otomatis genset agar genset mereka dapat bekerja secara otomatis. Kebingungan itu terkait apakah panel otomatis yang dimaksud dipasang setelah pemasangan genset selesai atau bisa berbarengan dengan pemasangan genset itu sendiri. Biasanya mereka yang dilanda kebingungan seperti itu adalah para pemilik genset yang tidak menerapkan mekanisme otomatis dari awl, sehingga hendak melakukan instalasi panel otomatisnya sendiri.

Banyak ahli berpendapat bahwa instalasi atau pemasangan panel otomatis pada genset itu dapat dilakukan setelah genset secara baik telah selesai dipasang maupun dilakukan secara berbarengan dengan pemasangan genset itu sendiri. Biasanya jika pemasangan panel otomatis untuk genset itu dilakukan berbarengan dengan pemasangan gensetnya, maka panel otomatis genset tersebut akan ditempatkan berdekatan dengan genset. Hal itu dilakukan guna mempermudah dilakukannya pemeriksaan maupun pengawasan terhadap genset dan panelnya.

Panel Sub Distribution Panel alias panel SDPdiletakkandekat atau bahkandi samping panel utama yaitu panelLVMDP. Hal tersebut dikarenakan akibat pengambilan dan pengalihan tegangan diberikan dari LVMDP dengan menggunakan sistem penyambungan antara beban total yang dilayani dari sumber utama dan beban yang perlu energi cadangan.Dimana ketika daya dari PLN mati atau mengalami gangguan, beban tersebut tidak boleh terhenti terlampau lama dan sebisa mungkin dapat segera beroperasi kembali secara kontinyu.

Pemasangan Kawat Penghantar atau kabel dipasang dari panel si genset menuju panel SDP lewat sistem kendaliataupengaturan panel AMF/ATS.Dalam hal tersebut kawat penghantar alias kabel yang akan digunakan adalah kabel tipe NYY yang memiliki ukuran luas penampang kabel sesuai dengan kebutuhan yang didasarkan pada besarnya beban maksimal yang hendak dilayani. Pemasangan kawat penghantar alias kabel mulai dari panel genset 1 yang ditarik lewat saluran kabel yang sudah disediakan sesuai rencana, ditujukan ke panel SDP 1 lewatkonektor Genset yang dipasang di dalam panel AMF/ATS.

Selanjutnya dari konektor genset ditarik menuju SDP 1 lalu disambungkanmenuju ke MCCB utama SDP 1yang diperuntukkan untuk suplai tegangan listrik 220/380 volt. Dan kabel induk atau kabel Power yang dari Trafo PLN menuju LVMDP 1 dibiarkan tetap tersambung seperti sedia kala. Dari busbar LVMDP 1 diambil kabel ke SDP 1 lewat MCCB lalu disambung menujukonektor trafo PLN di dalam panel AMF / ATS guna menjadi suplai tegangan listrik utama. MCCButama atau pokok SDP 1 interlock dengan MCCB di LVMDP 1 yang menjembatani suplai daya dari PLN ke SDP 1. Demikian pun halnya dengan sistem instalasi kawat penghantar alias kabel di genset 2 ke SDP 2 serta kabel LVMDP 2 menuju SDP 2 identik dengan sistem yang digunakan pada genset 1 / LVMDP 1. Perbedaan yang ada antara LVMDP 1 dengan LVMDP 2 yaitupada sisi sumber tegangan serta Total beban yang dilayani masing-masing LVMDP.

Bagi yang sudah paham seluk beluk pemasangan alias instalasi kelistrikan tentu hal-hal yang dijelaskan di atas secara umum dapat dipahami dengan mudah. Namun tentu saja lain hal dengan para orang awam yang bahkan untuk beberapa istilah tidak paham sama sekali. Itulah mengapa sebaiknya pemasangan alias instalasi panel otomatis genset terbaik dipercayakan kepada pihak yang sudah ahli saja. Apalagi sekarang ini sudah banyak sekali yang menyediakan jasa tersebut, terutama di kota-kota besar yang memang penggunaan genset sudah sangat umum.

Tagged : /

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *